Huahahahahahaaaa…kreativitas kita tak akan mati oleh pabrikisme yang merajalela (selalu memaksa untuk lembur, bekerja dan bekerja).

Ya, setuju untuk meng-olahragakan orang-orang ‘office’ yang jarang sekali menggerakkan badannya, maka diadakanlah pertandingan antar departemen yang berhadiah kambing, karena baik yang menang maupun yang kalah akan mendapatkan hadiah yang berhubungan dengan kambing (maksudnya juara I & II jadi tuan rumah yang artinya tinggal makan kambingnya saja, dan juara III & IV bagian ngurus kambing dari hidup sampai jadi mayat termasuk mengolahnya supaya menjadi enak, tapi tidak termasuk mengurusi kambingnya setelah masuk ke dalam perut). Oleh karena itu dinamakanlah pertandingan ini…KAMBING CUP.

Kambing Cup, perlombaan futsal ini diikuti oleh beberapa departemen diantaranya adalah OPC (gabungan antara OPD/Planner & PPC), BPR, Supply Control dan SVC (Service Part), tapi dengan perjanjian tidak boleh mengikutsertakan pemain-pemain yang sudah cukup ‘profesional’ dari wilayah produksi. Secara, kekuatan mereka tidak akan sama dengan kekuatan orang-orang yang pekerjaan tiap harinya hanya mencet-mencet keyboard computer/laptop saja.

Awal pertandingan diawali dengan kekalahan BPR melawan SVC dengan skor 3-0. Kemudian diikuti dengan kekalahan OPC melawan Supply control dengan skor 6-2.

Berikut saya cuplik dari OPC News Today

Nurul Chasbullah : Saya Kecewa !!!

M David Rudiono - OPCNews

 Cibitung, Dengan kekalahan dari tim kuat Supply Control yang di motori oleh manager team Kornel 2 – 6, terlihat bahwa anak-anak asuhan dari pelatih bertangan dingin dari Timnas Jepang ( Matsuki ) itu memang dibawah 1 kelas dari tim Supply Control.

Semenjak dari menit awal, terlihat bahwa permainan dari tim Supply control mendominasi permainan mereka dengan permainan pendek yang cukup merepotkan pertahanan dari OPC. Hingga pada akhirnya terciptalah 2 gol hingga peluit babak pertama berbunyi.

Di babak kedua, mulai terlihat usaha yang keras dari anak-anak OPC, dengan mengandalkan pemain depan dari Persib, Atep, dan juga pemain profesional dari Persikasi, Imbuh, sehingga terciptalah 2 gol balasan yang cukup cantik.

Akan tetapi setelah kedudukan berubah menjadi 2 – 2, serangan dari OPC mulai melemah, ditambah lagi dengan beberapa pemain OPC yang mulai berjatuhan dikarenakan licinnya lapangan dan juga suntikan tenaga profesional dari tim supply control sehingga memaksa kedudukan berbalik menjadi 2 – 6 sampai dengan babak kedua berakhir dengan dikumandangkannya adzan maghrib.

Nurul Chasbullah, kapten dari tim OPC mengaku kecewa dengan hasil pertandingan kemarin. Menurut Nurul, kekalahan itu itu tidak seharusnya terjadi apabila tim yang dia pimpin konsisten dengan strategi yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Yakni formasi dari 3 – 2 – 1 berubah menjadi 5 – 1.

Selain itu, sang kapten yang sempat terkena bola di daerah ” terlarang “, mengakui juga adanya 2 hal utama yang menyebabkan kekalahan yaitu :

1. pemain psm

2. pemandu sorak

menurut pengamatan dari OPC News, pemain psm yang dimaksud terlihat dibabak pertama sampai dengan berakhirnya permainan, hanya sebagai pengamat dengan sesekali menghisap rokok. Padahal menurut informasi yang dapat dipercaya, pemain ini sudah ditransfer dengan nilai transfer yang cukup besar dari negeri seberang dimana nilai transfernya lebih besar dibandingkan dengan harga dari ban corsa.

hal kedua menurut Nurul, adalah pemandu sorak, dimana pemandu sorak yang diharapkan dapat mengganggu konsentrasi kiper lawan, ternyata malah tidak datang tanpa ada pemberitahuan. Hal ini menyebabkan kiper OPC yaitu David James menjadi celingukan sehingga kebobolan 4 gol padahal kedudukan waktu itu seimbang yaitu 2 -2.

Kapten OPC akan memberikan sangsi kepada pemain psm tersebut yaitu Syaiful Pakaya agar diharapkan memberikan kontribusinya kepada tim OPC agar pada pertandingan Big Match melawan Tim BPR bisa menang 20 – 0 ( target Minimal ).

Herannya, biarpun mengalami kekalahan yang cukup besar, masih terlihat wajah-wajah kegembiraan di tim OPC. Hal yang berbeda ditunjukkan oleh tim Supply Control yang terlihat lelah setelah pertandingan. OPCnews melihat adanya beberapa bungkus tas plastik dan juga 1 dus yang ditengarai penyebab dari kegembiraan dari tim OPC. Rupanya salah satu penyokong dana yaitu Jamal membawakan beberapa bungkus Nasi Padang yang disertai dengan air mineral beberapa botol.

Sampai berita ini ditulis, OPC news baru mengalami sendiri setelah permainan berakhir, para pemain sepak bola makan nasi padang rame – rame.

Semoga Para penyokong dana bisa ditambahkan rizkinya dan juga ditambahkan kekuatanya agar bisa mencetak gol dengan lebih baik lagi.

Bravo OPC Team.

Pantang Terus, Maju Mundur !!!

dueng-duenggg…

rada aneh kan..tapi seru..

Begitulah seterusnya pertandingan ini semakin seru dari minggu ke minggu. Bukan hanya perang otot dan strategi ketika berada di lapangan, tetapi juga perang urat saraf melalui email yang dari hari ke hari selalu membuat overquota para receiver (termasuk saya), lebih parah lagi para pemain yang selalu berusaha membina kekompakan dengan menjatuhkan mental anggota lawan yang lewat di depan departemen masing-masing. Sehingga diharapkan ketika pertandingan dimulai mental lawan sudah klepek-klepek dan gol tidak akan tercipta. Hahahaaa…bapak-bapak yang aneh.

Berikut adalah klasemen sementara dari Kambing Cup

2010 PSECI KAMBING CUP

                   
Pertandingan                  
Pertandingan Tanggal Hari Jam            
1 04.06.2010 Friday 5:15 PM BPR 0     3 SVC
2 09.06.2010 Wednesday 5:15 PM Supply Control 6     2 OPC
3 11.06.2010 Friday 5:15 PM SVC 0     3 Supply Control
4 18.06.2010 Friday 5:15 PM OPC 4     2 BPR
5 23.06.2010 Wednesday 5:15 PM BPR 2     2 Supply Control
6 25.06.2010 Friday 5:15 PM SVC         OPC
7 02.07.2010 Friday 5:15 PM Supply Control         BPR
8 07.07.2010 Wednesday 5:15 PM OPC         SVC
9 09.07.2010 Friday 5:15 PM BPR         OPC
10 14.07.2010 Wednesday 5:15 PM Supply Control         SVC
11 16.07.2010 Friday 5:15 PM SVC         BPR
12 21.07.2010 Wednesday 5:15 PM OPC         Supply Control